boneka_Luthu

Boneka Boneka untuk Mendongeng

Posted on: Mei 15, 2010

Boneka-boneka untuk Mendongeng

SP/Arnold H SianturiErika dengan boneka dongeng jari.

Banyak cara untuk mendidik anak. Ada yang mewujudkannya dengan memberikan banyak nasihat, terutama menyampaikan gambaran arti kebaikan, ada pula yang memberikan buku bacaan. Orangtua beralasan, dengan banyak membaca, si anak menjadi pintar. Namun, melalui cara seperti itu bukan berarti mental si anak langsung dapat dibentuk.

Berawal dari kebutuhan untuk memenuhi permintaan anak yang gemar mendengar cerita atau dongeng sebelum tidur, Yoshimi Homi mengembangkan hobinya membuat boneka sarung tangan. Boneka dongeng sarung tangan ia anggap salah satu alternatif penyampaian pesan yang baik. Selain dapat digunakan sebagai mainan, benda mainan itu juga dapat dijadikan alat untuk mendidik anak, tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli boneka Barbie, beruang besar, ataupun boneka panda. Membuat sendiri boneka dongeng sarung tangan pun bisa dilakukan siapa saja tanpa mengeluarkan dana.

“Bahan pembuatan boneka ini bisa dari kain apa saja. Bahkan, pakaian yang sudah usang juga dapat dimanfaatkan. Pembuatannya tak begitu susah, dan bisa dilakukan tanpa mengeluarkan dana,” ujar Yoshimi Homi kepada SP.

Yoshimi Homi adalah warga negara Jepang, yang membagi pengalamannya membuat boneka sarung tangan dalam acara Festival Bercerita ASEAN dan Seminar Cerita Rakyat ASEAN yang diselenggarakan Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) di Bentara Budaya Jakarta, 31 Juli – 4 Agustus yang lalu. Ia tampil dalam Program Anak, dalam acara yang digelar untuk memperingati 20 Tahun KPBA Berkarya itu.

Ia menyampaikan, seorang ibu tidak perlu mengeluarkan dana membuat boneka sarung tangan asalkan sudah memiliki benang, kain flanel, pita, lem, gunting, kapas. Kalaupun tak ada kain flanel, pakaian usang yang tidak digunakan lagi pun bisa dipakai.

Kancing baju dapat dijadikan manik-manik. Kain dipotong-potong membentuk sarung tangan, kemudian dijahit. Sepasang sarung tangan yang sudah jadi itu, dapat diubah sendiri sesuai kemauan. Dua kantong, telunjuk ataupun jari tengah, misalnya, dapat diikat untuk dijadikan bentuk boneka panda.

“Bila sudah terasa membosankan, cara lain yang tidak kalah menarik adalah dengan menggunting potongan kain sekecil mungkin. Potongan kecil kain berwarna putih dapat dijadikan mata, dengan disisipi kain hitam. Potongan kain segitiga berukuran sama, dapat dijadikan paruh burung dengan cara direkatkan di setiap sepuluh jari tangan,” katanya.

Yoshimi Homi sudah lima tahun menggeluti pembuatan boneka sarung tangan. Pekerjaan itu ia lakukan sejak masuk sebagai peserta KPBA. Inspirasi itu ia dapat dari seorang temannya di Jepang, yang mengirimkan cara pembuatan boneka sarung tangan lewat e-mail, lengkap dengan contoh gambar.

“Awalnya memang lumayan sulit. Namun, setelah saya tekuni lebih mendalam, ternyata tidak susah. Waktu pembuatan juga tidak lama. Begitu simpel, dan banyak bermanfaat untuk semua orang, terutama bagi kalangan ibu yang mempunyai anak. Upaya ini sangat praktis,” kata wanita kelahiran Jepang, 3 Januari 1958 itu.

Setiap jari di sarung tangan, menurut Yoshimi, dapat dijadikan tokoh apa saja, seperti kepala beruang, singa, monyet, burung, bahkan kepala manusia. Yang perlu dilakukan hanya tinggal menempelkan bentuk mata. Setelah itu, benda mainan itu dapat dimainkan, tinggal menyesuaikan suara dengan karakter atau sosok tokoh di jari tangan.

“Manfaat boneka ini sangat banyak. Saya mau mengikuti program belajar pembuatan ini karena anak-anak senang dibacakan dongeng sebelum tidur. Boneka itu merupakan ‘profesor’ sejati, bisa membuat anak menjadi percaya diri, bertambah pintar, dan bahkan menyadari apa itu etika ataupun budi pekerti,” ujar Meryam Aryanto.

Warga Bumi Serpong Damai (BSD) berusia 41 tahun itu mengikuti program belajar membuat boneka sarung tangan karena dua anaknya punya sifat ingin serbatahu setiap melihat benda unik. Kesempatan belajar tersebut ia sambar agar punya bekal saat membawakan dongeng pengantar tidur bagi anak-anaknya.

Boneka Jari

Bila Yoshimi Homi membuat boneka dongeng sarung tangan, Erikawati, kelahiran 2 Mei 1969, mahir membuat boneka tunggal yang dimainkan dengan cara memanfaatkan setiap jari tangan. Erika, juga anggota KPBA, menyebutnya boneka dongeng jari.

Bahan untuk membuat boneka jari itu pun mudah diperoleh, hanya terdiri dari kain perca, kapas, benang, lem, jarum sulam, dan bahan ringan lainnya.

Bentuknya berbeda dengan boneka sarung tangan. Erika membuat kepala setiap sosok tokoh yang ia inginkan.

Pembuatannya, sama dengan boneka sarung tangan, tidak sulit. Erika menggunting kain perca sebagai bahan utama dengan potongan kecil sesuai pola. Potongan-potongan kecil tadi dijahit dan disambungkan satu dengan lain, diisi dengan kapas, membentuk kepala sosok yang diinginkan, dan dapat dimasukkan sesuai ukuran jari.

Pernak-pernik lain dapat dijadikan mata, hidung, ataupun mulut. Sementara itu, untuk pembuatan telinga, juga harus memanfaatkan kain perca lain yang dijahit kembali.

Erika bisa membuat boneka jari menyerupai kepala hewan apa saja, seperti gajah, anjing, kucing, panda, dan domba. Membuat boneka kepala manusia, juga biasa ia lakukan.

“Meski bentuknya kecil, boneka kepala manusia ini mempunyai ciri tersendiri. Mudah dikenal dan gampang memainkannya. Boneka ini bisa digunakan para ibu pada saat santai, sambil memainkan jari mendongeng kepada anaknya. Cara ini lebih efisien mengajarkan anak agar lebih kreatif dan terdidik,” katanya. [SP/Arnold H Sianturi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: